Rapa Gajian Bulan Februari 2022

Atomic Habits

(Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa)

 

Nasib British Cycling berubah pada suatu hari dalam tahun 2003. Organisasi sepeda profesional di Britania Raya tersebut baru saja merekrut Dave Brailsford sebagai direktur performa yang baru. Pada waktu itu, pembalap sepeda profesional di Britania Raya hampir seratus tahun dalam prestasi yang sedang-sedang saja. Sejak 1908, pembalap-pembalap Inggris hanya memenangkan satu medali emas di ajang Olimpiade dan prestasi mereka bahkan lebih buruk lagi di lomba sepeda paling akbar, Tour de France. Dalam 110 tahun, tidak ada pembalap Inggris yang pernah memenangkan ajang tersebut.

Prestasi atlet yang tenggelam tersebut membuat pabrik sepeda terbaik di Eropa menolak menjual sepeda kepada tim Inggris tersebut karena takut berpengaruh buruk pada penjualan sepedanya kalau pembalap-pembalap profesional lain melihat atlet-atlet Inggris memakai produk tersebut. Brailsford direkrut untuk membawa British Cycling ke arah baru. Satu hal yang membedakan dia dengan pelatih yang lainnya adalah komitmennya yang tiada henti terhadap strategi yang ia sebut “perhimpunan perolehan kecil”, yang merupakan falsafah pencaharian margin peningkatan sangat kecil dalam segala sesuatu yang ia kerjakan. Menurut Brailsford, secara keseluruhan prinsip itu berasal dari gagasan bahwa dengan perbaikan 1% saja Anda akan mendapatkan kenaikan yang signifikan ketika menerapkannya bersama-sama sekaligus dan secara rutin.

Brailsford dan pelatih-pelatihnya memulai dengan membuat penyesuaian-penyesuaian kecil yang bisa diharapkan dari tim pembalap sepeda profesional. Mereka merancang ulang jok sepeda agar lebih nyaman dan mengoleskan alkohol pada ban sehingga cengkramannya lebih baik. Selain itu, mereka juga meminta para pembalap memakai celana pendek dengan pemanas listrik guna mempertahankan otot sewaktu bersepeda dan menggunakan sensor-sensor biofeedback untuk memonitor reaksi-reaksi tiap atlet terhadap suatu latihan. Pembalap juga diminta untuk menggunakan kostum balap indoor yang terbukti lebih ringan dan aerodinamis. Brailsford tidak berhenti sampai di situ saja. Dia dan timnya terus berburu perbaikan- perbaikan 1% di bagian-bagian yang terlewatkan atau tak terduga. Untuk hasil yang maksimal, mereka juga sampai menguji bermacam-macam gel pijat untuk melihat gel yang paling cepat untuk pemulihan otot. Hal yang tak terduga seperti mencuci tangan pun diperhatikan dengan baik, guna mengurangi peluang terkena virus influenza. Mereka juga sampai memilih bantal serta mengecat warna truk dengan warna putih agar memudahkan melihat debu-debu kecil

yang berisiko menurunkan performa sepeda yang telah disetel dengan baik.

Perbaikan-perbaikan itu dilakukan dengan teliti dan sungguh-sungguh. Hasilnya datang lebih cepat daripada yang pernah dibayangkan. Hanya lima tahun setelah Brailsford direkrut, tim British Cycling mendominasi, baik balap sepeda jalan raya maupun sirkuit di ajang

Olimpiade 2008 di Beijing, tempat mereka secara dahsyat memenangkan 60% dari total medali emas yang diperebutkan. Empat tahun kemudian, ketika olimpiade diselenggarakan lagi di London, atlet-atlet Inggris menaikkan pretasi mereka dan membuahkan Sembilan rekor olimpiade serta tujuh rekor dunia.

Pada tahun yang sama, Bradley Wiggins menjadi atlet balap sepeda Inggris pertama yang memenangkan Tour de France. Tahun berikutnya, teman satu timnya, Chris Frome, memenangkan lomba itu, dan terus menang lagi pada 2015, 2016, 2017, yang membuat tim Inggris meraih lima kemenangan Tour de France dalam enam tahun. Total selama sepuluh tahun dari 2007 sampai 2017, pembalap sepeda Inggris memenangkan 178 kejuaraan dunia dan 66 medali emas olimpiade serta memenangkan Tour de France yang dipandang sebagai prestasi tersukses dalam balap sepeda. Bagaimana ini semua bisa terjadi? Bagaimana tim yang sebelumnya hanyalah kumpulan atlet biasa berubah menjadi juara dunia?

Seringkali kita menganggap bahwa kesuksesan yang masif menuntut aksi yang masif pula. Entah itu menurunkan berat badan, menulis buku, memenangkan kejuaraan, atau meraih hal lain. Sementara itu, perbaikan 1% pada sesuatu tak selalu terasa—kadang malah tak terlihat— padahal perbaikan itu jauh lebih bermakna, terutama dalam jangka waktu yang panjang. Perubahan dari suatu perbaikan sangat kecil, tapi berlanjut dalam waktu lama bisa sangat dahsyat.

Bapak Ibu yang terkasih, dari kisah di atas kita semua dapat belajar bahwa perubahan yang kecil itu sangat bermanfaat bila dilakukan dengan rutin. Dapat juga dikatakan bahwa kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Oleh karena itu, kita semua diajak untuk mengalami perubahan dari hal-hal kecil di dalam kehidupan kita.

Bekerja di Yayasan Kanisius ini adalah sebuah bentuk pelayanan kita semua kepada Tuhan dan sesama. Oleh karena itu, setiap pelayanan pastinya membutuhkan pengorbanan dan tentunya usaha. Kisah di atas mengajarkan kita semua bahwa ternyata untuk melakukan perubahan besar, tidak selamanya dilakukan dengan hal besar pula. Namun, perubahan besar dapat terwujud melalui hal-hal kecil. Contohnya sekarang ialah di masa PPDB ini. Kita dapat melihat kembali bagaimana perkembangan siswa kita lima tahun terakhir. Ada beberapa sekolah yang mengalami peningkatan dan ada juga yang mengalami penurunan. Hal tersebut harus ditinjau kembali, apa yang masih harus kita perbaiki untuk meningkatkan jumlah siswa. Setiap permasalahan atau kekurangan di dalam PPDB hanya dapat ditemukan di dalam sekolah masing-masing. Setelah kita dapat melihat kelemahan kita masing-masing, barulah kita melakukan pembenahan diri. Pembenahan ini tidak harus yang luar biasa. Namun, pembenahan ini dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil, misalnya perbaikan dalam kinerja guru. Seharusnya guru datang selalu tepat waktu karena dengan tepat waktu, maka seorang guru dapat mempersiapkan dirinya sebelum mengajar. Lalu, seorang guru juga harus memperhatikan penampilan rapi dan semangat. Tujuannya agar siswa juga bisa menikmati setiap proses pembelajaran. Salah satu hal yang juga penting di dalam Pendidikan Katolik ialah berdoa. Mari kita semua di sekolah-sekolah membiasakan untuk selalu berdoa bersama entah itu satu sekolah atau perkelas sebelum memulai setiap kegiatan belajar mengajar. Hal ini bila dilakukan secara rutin dan sungguh-sungguh, akan berpengaruh besar pada iman peserta didik. Dan masih banyak lagi contoh kecil yang harus kita lakukan untuk menuju perubahan yang besar.

 
  

Semoga kita semua tetap semangat dalam pelayanan di Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta ini agar dari Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta tumbuh tunas-tunas penerus bangsa yang hebat. Setiap usaha pasti selalu membuahkan hasil. Intinya kita harus tetap setia pada apa yang kita kerjakan karena keberhasilan adalah bonus dari setiap usaha dan doa kita. Tuhan memberkati. Amin.

 

Ditulis oleh: Fr. Julio Jeno Nafesda

 

RAPAT GAJIAN BULAN JANUARI 2022

Pengarahan Kepala YKCY

Suatu sore, ada seekor burung tekukur pergi untuk mencari makanan di ladang, tempat para petani sedang memanen hasil ladangnya. Saat itu, sang tekukur berusaha untuk memperoleh makanan sebagai pengganjal perut di malam hari. Dengan serius, tekukur tersebut terus mencari butiran padi yang terjatuh saat para petani panen. Beberapa saat kemudian, tekukur tersebut kaget karena ternyata ia telah masuk perangkap yang dipasang oleh seorang petani. Ia lalu berjuang untuk bisa melepaskan diri dari perangkap. Usaha demi usaha terus ia lakukan agar bisa melepaskan diri dari perangkap. Ia mengumpulkan semua tenaganya, lalu berusaha terbang sekuat mungkin dengan harapan bisa meloloskan diri. Namun, seluruh usahanya sia-sia. Perangkap yang dipasang oleh petani sangat kuat dan sangat sulit untuk dijebol.

Siang malam ia selalu berusaha keras untuk melepaskan diri dari perangkap. Namun usahanya tetap tidak pernah berhasil. Meskipun semenjak terperangkap ia tidak makan apa-apa, ia mengerahkan sisa tenaganya untuk berusaha melepaskan diri. Akhirnya, ia berhasil meloloskan diri dari perangkap sebelum petani datang melihat perangkapnya.

Setelah berhasil melepaskan diri dari perangkap, ia lalu terbang setinggi mungkin karena senang bisa berhasil meloloskan diri dari perangkap maut. Saat terbang pun, kecepatannya jauh lebih kencang dari burung tekukur lain. Seekor tekukur lain yang sedang terbang berusaha menghampirinya karena ia sangat heran mengapa tekukur itu terbang lebih tinggi dan lebih kencang darinya, padahal mereka dari jenis yang sama.

Ketika berhasil mendekat, ia berkata, “Hai, Sobat, mengapa engkau bisa terbang setinggi dan secepat ini, sampai-sampai saya sangat kewalahan untuk mengejarmu?”

“Saya pernah terperangkap jerat petani. Saat terperangkap, saya selalu berusaha untuk terbang dengan menggunakan semua kekuatan yang saya miliki. Saya berusaha untuk terbang lebih kencang daripada biasanya. Seandainya saya tidak pernah terperangkap, saya juga tidak akan tahu bahwa sebenarnya kita juga bisa terbang setinggi elang dan secepat elang menyambar anak ayam di tanah,” jawab si burung tekukur. (sumber: https://titikdua.net/cerita-inspiratif/.)

 

Ibu, Bapak, Frater yang terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem. Pertama-tama saya ucapkan selamat Natal tahun 2021, semoga dengan cinta kasih Kristus, kita mampu menggerakkan persaudaraan. Berkat Natal kita bersyukur karena kita mampu mengatasi situasi saat ini yang tidak mudah yaitu pandemi. Penyertaan Allah, kuatnya solidaritas dan kesetiakawanan kita yang terbingkai dalam cinta kasih itulah yang mampu mengatasinya. Sungguh itu kita syukuri.  Dan selamat memasuki Tahun Baru 2022, semoga kita semakin dikuatkan dalam pengharapan untuk bisa meraih kesuksesan dan meraih apa yang kita cita-citakan. Sukses dalam menjalankan tugas perutusan di Kanisius. Sebagai Kepala Sekolah; sukses mengelola sekolah Kanisius sehingga menjadi sekolah yang sungguh berkualitas dan diminati masyarakat. Juga sukses menjadi Guru-Karyawan di Kanisius, bagaimana menjadi Guru terbaik yang mampu mendampingi anak-anak dengan baik, sehingga hidup mereka menjadi lebih bermakna (meaningful live).

Frater, Bapak, Ibu, sukses adalah impian semua orang tanpa kecuali. Sukses adalah ketika kita memiliki tujuan mimpi yang kuat dan kita berproses menuju pencapaian mimpi tersebut. Seperti dalam kisah di atas, seekor tekukur yang berjuang keras untuk bisa lepas dari perangkap. Karena kegigihannya, tanpa kenal lelah dan optimis maka burung tersebut bisa meraih apa yang diinginkannya, lepas dari perangkap.

Mereka yang mencapai kesuksesan adalah orang yang selalu kuat menerima setiap kegagalan dalam perjalanan menuju kesuksesan. Sukses akan menjadi milik orang yang selalu kuat dalam menerima segala resiko dari perjuangannya.

Tidak pernah ada kesuksesan yang tercapai jika tidak pernah ada kegagalan. Sukses tercapai jika orang selalu siap menerima semua risiko, baik kecil maupun besar. Orang yang mencapai kesuksesan sejati adalah mereka yang selalu bersedia belajar dari setiap kegagalannya.

Bapak, Ibu, Frater, mari tetap optimis dan penuh pengharapan, di tahun 2022 kita sungguh bisa sukses menjalankan tugas perutusan kita di Kanisius dan mendampingi anak-anak Kanisius. Tetap semangat dalam mendampingi anak-anak, karena guru yang selalu optimis dan antusias dalam mendampingi peserta didik adalah unsur penting yang harus dimiliki guru di samping kompetensi (kemampuan) lainnya. Salam sukses dan Tuhan memberkati.

Tidak ada rahasia sukses. Sukses adalah hasil dari persiapan,

kerja keras, dan belajar dari kegagalan”.

 

(General Colin Powel)

 

 

RAPAT GAJIAN BULAN DESEMBER 2021

Pengarahan Kepala Yayasan

Ibu Nur Sukapti Kepala Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta

       Yesus memuji janda miskin di Bait Allah karena persembahannya. Dan makna pujian itu bagi kita adalah: 1). Ketulusan hati; Janda miskin mempersembahkan seluruh hatinya, tanpa memikirkan apapun selain ketulusan hati. Dan di sini kita diajarkan salah satu ciri orang beriman adalah hidupnya penuh kebaikan dan bukan kejahatan, penuh ketulusan dan bukan kepalsuan. 2). Keseluruhan nafkahnya; Janda miskin mempersembahkan keseluruhan nafkahnya, meskipun paling kecil jumlahnya tetapi justru berharga daripada semua persembahan lainnya, sebab dia mempersembahkan dengan kasih. Dalam hal ini kita diajarkan kasih dan pengorbanan yang memberikan diri tanpa batas, tanpa pamrih, tanpa mengeluh, menggerutu ketika harus menghadapi tantangan dan kesulitan.Bapak, Ibu, Frater yang terkasih dalam Kristus, dari bacaan tersebut kita bisa belajar tentang persembahan yang sesungguhnya. Tentang persembahan ini, Yesus lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Secara kuantitas, sudah dapat dipastikan bahwa jumlah persembahan si janda lebih sedikit daripada orang lainnya. Namun, secara kualitas, jumlahnya lebih banyak karena semua biaya hidup dan yang ia punya ia persembahkan. Mungkin kita berpikir bahwa, setelah dipersembahkan semua yang ada padanya pasti ia tidak dapat lagi melanjutkan hidupnya dan janda miskin itu tidak lagi mempunyai daya beli untuk mencukupi hidupnya. Tetapi tidak demikian halnya; janda miskin mempersembahkan semua yang ada padanya dengan tidak owel, tidak kuatir akan hidupnya bahkan ia mempersembahkan dengan tulus semua yang dimiliki karena ia yakin bahwa semua yang ada padanya adalah milik Tuhan. Karena itu, kita belajar dari persembahan si janda. Dari kekurangannya, ia memberi dan tidak meminta. Jangan menunggu sudah berlebihan baru memberi. Justru saat kekurangan itu, secara kualitas, persembahan kita besar. Persembahan ataupun pemberian baik materi dan yang lainnya bukanlah bersadarkan jumlah, namun berdasar pengorbanan, pengabdian dan kasih yang tulus di dalamnya. Berbagai macam bentuk pemberian dan tidak selalu harus memberi dalam bentuk uang atau materi yang berwujud nyata. Setiap orang pasti mampu memberi. Jika umat Tuhan berkekurangan, maka berilah dengan apa yang dimiliki, entah itu kebaikan hati untuk selalu mau menolong jika dibutuhkan, memberi tenaga, waktu, perhatian dan bakat-bakat lainnya. Janda miskin memberi persembahan tanpa alasan. Meski janda dan miskin, tetapi masih saja memberi persembahan, bahkan persembahan yang amat besar, lebih besar dari orang-orang kaya. Yesus mengajak kita untuk merenungkan motivasi kita dalam memberi. Ketika dalam kelimpahan, motivasi yang hendaknya kita bangun ketika memasukan persembahan ke dalam peti persembahan adalah pengorbanan diri, dan ketika dalam kekurangan, motivasi yang dibangun adalah juga pengorbanan diri. Seluruh pengorbanan diri itu dilandasi dengan cinta kita pada Allah dan sesama. Persembahan yang sesungguhnya bagi Tuhan adalah mereka yang memberi dari kekurangan, bahkan memberikan seluruh dirinya. Biarlah Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan apa yang diberi umat-Nya dari kekurangannya. Untuk itu diperlukan ketulusan hati dalam memberi. Bapak, Ibu dan Frater, mari kita persembahkan perbuatan- perbuatan yang kecil namun dengan cinta yang besar demi kebahagiaan dan keselamatan sesama kita.

Ibu, Bapak dan Frater, selamat memasuki bulan Desember, di mana banyak kegiatan kita untuk menutup semester gasal 2021/2022 ini. Masih dalam situasi pandemi, anak-anak Kanisius baik SD maupun SMP akan melaksanakan PAS. Dan para guru baik TK, SD maupun SMP akan menyampaikan laporan hasil belajar selama satu semester ini kepada para orangtua. Semoga semua kegiatan berjalan lancar. Dan sebagai umat beriman, pada bulan ini kita juga memasuki masa Adven. Setiap masa Adven kita diajak untuk mempersiapkan diri menyambut dan menantikan kedatangan Yesus Kristus. Perayaan Adven 2021 saat ini masih dalam konteks pandemic Covid-19 yang memerlukan ketangguhan dan kepedulian di segala lini kehidupan. Keluarga Tangguh dan Berbuah dalam Kristus adalah tema Adven tahun ini. Dan tema Natal tahun 2021 adalah Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan. Mari kita rayakan Adven untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan penuh cinta kasih yang menggerakkan persaudaraan. Tuhan memberkati.

RAPAT GAJIAN BULAN NOVEMBER 2021

Pengarahan Kepala Yayasan

Ibu Nur Sukapti Kepala Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta

Ibu Bapak yang terkasih, saat ini kita masih disibukkan dengan persiapan dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau PTMT di sekolah-sekolah Kanisius. Hal ini disebabkan status PPKM kita telah menurun. Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perubahan status dari level 4 menjadi level 3, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, level 3, level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali serta Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 26/INSTR/2021, tertanggal 7 September 2021 tentang PPKM Level 3 Corona Virus Disease 2019 di DIY. Dengan mendasar pada hal tersebut di atas, maka pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen). Terkait dengan hal tersebut, maka sekolah-sekolah Kanisius di Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta dapat menentukan secara mandiri metode pem-belajaran yang digunakan, Blended Learning atau Hybrid Learning. Ibu Bapak, Blended Learning pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan secara virtual. Blended Learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tetapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial. Sedangkan Hybrid Learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yakni pembelajaran tatap muka (f2f), pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis online (internet dan mobile learning). Sekolah-sekolah Kanisius di Yogyakarta dipersilakan memilih dari dua metode pembelajaran tersebut, manakah yang sesuai dengan kondisi dan situasi di sekolah.

KUNJUNGAN KEPALA YAYASAN KE SEKOLAH

Kunjungan Kepala Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta ke sekolah-sekolah. Ibu Nur sebgai Kepala Yayasan melakukan hal ini sebagai upaya untuk menyapa para Kepala Sekolah, Guru, Karyawan dan para Murid di sekolah. Kunjungan dan sapaan ini sangat berarti bagi sahabat Kanisius di sekolah-sekolah. Dalam kunjungan ini juga Ibu Nur meninjau berbagai pembangungan dan perkembangan yang ada di sekolah-sekolah. Pasti teman-teman penasarankan bagaimana kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah Kanisius. 

Yuk buruan ikuti perjalanan kami di setiap media sosial kami.

PERAYAAN SYUKUR 103 TAHUN YAYASAN KANISIUS

Yayasan Kanisius telah memasuki usia 103 tahun. Di usia yang sudah mencapai lebih dari satu abad ini, banyak pengalaman yang telah dialami. Setiap pengalaman tersebut membentuk Yayasan Kanisius saat ini. Oleh karena itu kami keluarga besar Yayasan Kanisius mensyukuri atas rahmat 103 tahun ini. Ungkapan syukur itu kami ekspresikan dalam berbagai kegiatan. Harapannya semoga Yayasan Kanisius Semakin mampu menjai terang dan garam di dunia.

Untuk lebih banyak foto  follow kami di:

MENYAMBUT HUT KE-103 YAYASAN KANISIUS

Bulan Oktober adalah bulan yang sangat spesial untuk Yayasan Kanisius. Hal itu karena di bulan Oktober ini Yayasan Kanisius memperingati hari ulang tahun yang ke-103 tahun. Sebagai ungkapan syukur maka Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta melaksanakan berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan dilakukan untuk semakin mempererat tali persaudaraan.  Semoga diusia yang ke-103 ini keluarga besar Yayasan Kanisius semakin bersemangat.

Twibbonize 103 Yayasan Kanisius

PENGHARGAAN AKADEMIK TAHUN AJARAN 2020-2021

Penghargaan Apresisasi Akademik untuk siswa yang berprestasi tahun 2020-2021  diberikan pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021. Kegiatan ini sebenarnya sudah dirancang akan diberikan pada tanggal 29 Juni 2021 namun ditunda karena kondisi pandemi Covid-19 masih fluktuatif. Siswa yang berprestasi ialah sebagai berikut:

1. Tingkat SD

2. Tingkat SMP

RAPAT KEPALA SEKOLAH YKCY BULAN OKTOBER

Rapat Kepala Sekolah YKC Yogyakarta adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh YKC Yogyakarta setiap bulan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk semakin meneguhkan para kepala sekolah agar semakin bersemangat dalam menjalani tugas pelayanannya. Selain itu kegiatan ini juga sekaligus memberikan informasi terkait perkembangan Yayasan setiap bulan. Adapun agenda dalam rapat ini ialah:

INFORMASI PPDB TAHUN AJARAN 2022-2023

Sekolah-sekolah Kanisius Yogyakarta yang tersebar di 1 Kotamadya dan 4 Kabupaten: Gunungkidul, Sleman, Bantul dan Kulonprogo membuka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2022-2023.

Informasi penerimaan peserta didik baru sekolah-sekolah Kanisius Cabang Yogyakarta tahun ajaran 2022-2023, bisa dilihat di bawah ini:

YAYASAN KANISIUS YOGYAKARTA- Jl. Bintaran Kidul No. 7 , Telp. (0274) 373280, e- mail : ykcy1918@yahoo.com | copyright – kanisiusyogyakarta.org 2018, supported by hokinesia