RAPAT GAJIAN BULAN DESEMBER 2021

Pengarahan Kepala Yayasan

Ibu Nur Sukapti Kepala Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta

       Yesus memuji janda miskin di Bait Allah karena persembahannya. Dan makna pujian itu bagi kita adalah: 1). Ketulusan hati; Janda miskin mempersembahkan seluruh hatinya, tanpa memikirkan apapun selain ketulusan hati. Dan di sini kita diajarkan salah satu ciri orang beriman adalah hidupnya penuh kebaikan dan bukan kejahatan, penuh ketulusan dan bukan kepalsuan. 2). Keseluruhan nafkahnya; Janda miskin mempersembahkan keseluruhan nafkahnya, meskipun paling kecil jumlahnya tetapi justru berharga daripada semua persembahan lainnya, sebab dia mempersembahkan dengan kasih. Dalam hal ini kita diajarkan kasih dan pengorbanan yang memberikan diri tanpa batas, tanpa pamrih, tanpa mengeluh, menggerutu ketika harus menghadapi tantangan dan kesulitan.Bapak, Ibu, Frater yang terkasih dalam Kristus, dari bacaan tersebut kita bisa belajar tentang persembahan yang sesungguhnya. Tentang persembahan ini, Yesus lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Secara kuantitas, sudah dapat dipastikan bahwa jumlah persembahan si janda lebih sedikit daripada orang lainnya. Namun, secara kualitas, jumlahnya lebih banyak karena semua biaya hidup dan yang ia punya ia persembahkan. Mungkin kita berpikir bahwa, setelah dipersembahkan semua yang ada padanya pasti ia tidak dapat lagi melanjutkan hidupnya dan janda miskin itu tidak lagi mempunyai daya beli untuk mencukupi hidupnya. Tetapi tidak demikian halnya; janda miskin mempersembahkan semua yang ada padanya dengan tidak owel, tidak kuatir akan hidupnya bahkan ia mempersembahkan dengan tulus semua yang dimiliki karena ia yakin bahwa semua yang ada padanya adalah milik Tuhan. Karena itu, kita belajar dari persembahan si janda. Dari kekurangannya, ia memberi dan tidak meminta. Jangan menunggu sudah berlebihan baru memberi. Justru saat kekurangan itu, secara kualitas, persembahan kita besar. Persembahan ataupun pemberian baik materi dan yang lainnya bukanlah bersadarkan jumlah, namun berdasar pengorbanan, pengabdian dan kasih yang tulus di dalamnya. Berbagai macam bentuk pemberian dan tidak selalu harus memberi dalam bentuk uang atau materi yang berwujud nyata. Setiap orang pasti mampu memberi. Jika umat Tuhan berkekurangan, maka berilah dengan apa yang dimiliki, entah itu kebaikan hati untuk selalu mau menolong jika dibutuhkan, memberi tenaga, waktu, perhatian dan bakat-bakat lainnya. Janda miskin memberi persembahan tanpa alasan. Meski janda dan miskin, tetapi masih saja memberi persembahan, bahkan persembahan yang amat besar, lebih besar dari orang-orang kaya. Yesus mengajak kita untuk merenungkan motivasi kita dalam memberi. Ketika dalam kelimpahan, motivasi yang hendaknya kita bangun ketika memasukan persembahan ke dalam peti persembahan adalah pengorbanan diri, dan ketika dalam kekurangan, motivasi yang dibangun adalah juga pengorbanan diri. Seluruh pengorbanan diri itu dilandasi dengan cinta kita pada Allah dan sesama. Persembahan yang sesungguhnya bagi Tuhan adalah mereka yang memberi dari kekurangan, bahkan memberikan seluruh dirinya. Biarlah Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan apa yang diberi umat-Nya dari kekurangannya. Untuk itu diperlukan ketulusan hati dalam memberi. Bapak, Ibu dan Frater, mari kita persembahkan perbuatan- perbuatan yang kecil namun dengan cinta yang besar demi kebahagiaan dan keselamatan sesama kita.

Ibu, Bapak dan Frater, selamat memasuki bulan Desember, di mana banyak kegiatan kita untuk menutup semester gasal 2021/2022 ini. Masih dalam situasi pandemi, anak-anak Kanisius baik SD maupun SMP akan melaksanakan PAS. Dan para guru baik TK, SD maupun SMP akan menyampaikan laporan hasil belajar selama satu semester ini kepada para orangtua. Semoga semua kegiatan berjalan lancar. Dan sebagai umat beriman, pada bulan ini kita juga memasuki masa Adven. Setiap masa Adven kita diajak untuk mempersiapkan diri menyambut dan menantikan kedatangan Yesus Kristus. Perayaan Adven 2021 saat ini masih dalam konteks pandemic Covid-19 yang memerlukan ketangguhan dan kepedulian di segala lini kehidupan. Keluarga Tangguh dan Berbuah dalam Kristus adalah tema Adven tahun ini. Dan tema Natal tahun 2021 adalah Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan. Mari kita rayakan Adven untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan penuh cinta kasih yang menggerakkan persaudaraan. Tuhan memberkati.

YAYASAN KANISIUS YOGYAKARTA- Jl. Bintaran Kidul No. 7 , Telp. (0274) 373280, e- mail : ykcy1918@yahoo.com | copyright – kanisiusyogyakarta.org 2018, supported by hokinesia